Pandji Merah

Achir Maret 1956

Oleh: DERADJAT LUBIS

Didingin embun menjusup tulang

diangin pagi membeku darah

Mereka kawanku dipaksa hidup delapan kerat tulang dibanding hewan …………

Tangis anak meminta djadjan

dibudjuk saju ibu meringkuk

dan bapak hanja menanti bungkuk Mereka madjikan………….. lelap kekenjangan

Itu lagi manusia-manusia djahanam!

jang muntjul bagai pentjuri tengah malam membunuh, membakar, mengentjam Gelak maut djutawan2 nederlan………….

Tapi……….. buruh kebun menjatukan langkah

mematah rintangan menantang gagah

haram ampunan untuk pemalsu sedjarah

tidak gentar kepada parasit penghisap darah

Besok mengibarkan pandji memerah………..

Lampahan Est (Atjeh Tengah) achir Djuni 1955

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 25, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: