MAKIN TERANG BAGI KAMI

tempat pertemuan kami sempit

bola lampu kecil cahaya sedikit

tapi makin terang bagi kami

tangerang – solo – jakarta kawan kami

 

kami satu : buruh

kami punya tenaga

 

tempat pertemuan kami sempit

di langit bintang kelap-kelip

tapi makin terang bagi kami

banyak pemogokan di sanasini

 

tempat pertemuan kami sempit

tapi pikiran ini makin luas

makin terang bagi kami

kegelapan disibak tukar-pikiran

 

kami satu : buruh

kami punya tenaga

 

tempat pertemuan kami sempit

tanpa buah cuma kacang dan air putih

tapi makin terang bagi kami

kesadaran kami tumbuh menyirami

 

kami satu : buruh

kami punya tenaga

jika kami satu hati

kami tahu mesin berhenti

sebab kami adalah nyawa

yang menggerakkannya

 

Bandung 21 mei 1992

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 25, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: