Fidel Castro Tinggalkan Kursi Presiden

HAVANA  – Pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro kemarin mengundurkan diri secara permanen dari jabatan presiden.Castro dengan tegas menyatakan tidak akan kembali memimpin Kuba, baik sebagai presiden maupun panglima komando militer.”Pada kawan seperjuangan yang saya cintai, yang telah memberi saya penghormatan besar dalam beberapa hari ini denganmemilihsaya sebagaianggotaparlemen,saya katakan pada Anda bahwa saya tidak akan berminat ataupun menerima– saya ulangi, tidak berminat atau menerima–posisi presiden Dewan Negara dan panglima komando militer,”tegas Castro dalam pernyataan yang dipublikasikan situs surat kabar Partai Komunis,Granma.

Penegasan Castro berarti mengakhiri lima dekade rezim pemerintahannya yang sangat kuat. Selama ini dia dikenal sebagai penentang utama Amerika Serikat (AS). Pengunduran diri itu dilakukan Castro 19 bulan setelah menderita sakit keras. Dewan Nasional atau badan legislatif diperkirakan akan mengajukan saudara laki-laki dan pengganti Castro yang telah dipersiapkan sejak awal, Raul Castro, 76, sebagai presiden. Raul telah menjalankan posisi tersebut sejak operasi pembedahan darurat untuk menghentikan pendarahan usus yang dialami kakaknya.

Kondisi itu memaksa Castro mendelegasikan kekuasaan pada Raul pada 31 Juli 2006. Jabatan comandante en jefe (panglima komando) telah disematkan untuk Castro pada 1958 sebagai pemimpin gerilyawan yang telah menumbangkan diktator Fulgencio Batista yang didukung AS.

Pengunduran Castro kali ini menorehkan kesuksesan tersendiri dalam karier politik yang terentang sejak Perang Dingin. Dia dianggap sukses dan selamat dari sikap permusuhan AS yang ditunjukkan melalui berbagai upaya pembunuhan oleh CIA sampai blok Komunis Uni Soviet runtuh. Castro terkenal sebagai sosok pemimpin karismatik yang kemampuan pidatonya mampu memukau rakyat.

Castro juga disegani di negara-negara dunia ketiga sebagai sosok yang paling berani berdiri menentang AS. Masa sakit keras dan pengalihan kekuasaan ke Raul meningkatkan kekhawatiran tentang masa depan satusatunya negara komunis di Belahan Bumi Barat. Dalam pernyataan sikap itu Castro menegaskan bahwa revolusi dapat muncul dari kader-kader muda. ”Sangat beruntung sekali revolusi kita dapat terus dilanjutkan kader-kader dari barisan tua dan lainnya yang masih sangat muda di tahap awal proses ini,” tandas Castro.

”Mereka memiliki otoritas dan pengalaman untuk menjamin pergantian (kekuasaan),” tutur Castro. Pengumuman pengunduran diri itu pertama kali diberikan ke situs Granmasebelum subuh. Jalanan Havana saat itu masih sepi dan berita pengunduran diri Castro belum disebarluaskan ke seluruh Kuba. Beberapa jam kemudian, radio dan edisi cetak surat kabar Granma menyebarluaskan berita tersebut. Sejumlah warga menganggap pengunduran diri Castro sangat wajar karena usia dan kondisi kesehat-annya.

” Sangat masuk akal bagi Fidel Castro untuk mundur karena dia telah mengatakan kondisinya tidak baik.Tetapi semua tidak akan berubah hingga pemerintah membuat reformasi ekonomi yang diperlukan Kuba,” tutur seorang musisi yang meninggalkan kabaretnya. Sebelum memegang kekuasaan tertinggi, Raul Castro adalah seorang menteri pertahanan. Dia diharapkan dapat mengadakan reformasi ekonomi untuk memperbaiki kondisi masyarakat Kuba yang terpuruk.

Fidel Castro jarang muncul ke publik sejak mengalihkan kekuasaan pada Raul. Dia hanya muncul melalui foto-foto dan video film yang diputar media massa. Kesehatan Castro membaik setahun silam hingga dia tetap mampu menulis artikel yang diterbitkan media massa milik pemerintah.

”Ini bukan ucapan selamat jalan bagi Anda. Satusatunya keinginan saya ialah berjuang sebagai tentara dalam pertarungan ide-ide. Saya akan terus menulis di bawah judul ‘Refleksi oleh kawan Fidel’. Ini akan menjadi salah satu senjata Anda.Meskipun suara saya akan tetap terdengar, saya akan berhatihati,” ungkap Fidel Castro dalam pesannya kemarin. Meski tidak lagi menjadi presiden, Castro tetap dapat memengaruhi politik Kuba sebagai sekretaris pertama Partai Komunis yang berkuasa dan negarawan senior. (Rtr/AFP/AP/)

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 19, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: