Tinoor

Oleh: Agam Wispi

para lelaki sudah pergi
atau mati
yang kembali ketinggalan hati
di tanah seberang di kota ramai
pulangnya tak berarti

kami yang meromok tinggal di sini
tak lagi bisa bersedih
dulu dari jaman kompeni
para lelaki sudah pergi
atau mati

maka minumlah saguar, abang
selagi singgah di sini dan gunung akan didaki
pandanglah lembah menjemput lautan
sebelum Menado ditinggalkan, mari bersenang
mari bersenang – walau dilupakan

(Tondano, 8 April 1964)

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 14, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: