Itegritas III

Jangan padaku, jangan pada kami
diberikan berhala-berhala baru
mengkultuskan pribadi, mendewakan institusi,
memutlakkan ideologi.
Jangan padaku, jangan pada kami
dipaksakan kepatuhan buta,
pembekuan gagasan, mematikan nalar dan
pemasungan kebebasan.
Mengetahui yang benar tapi sedikitpun tidak berbuat,
itulah kepengecutan.
Tiada yang kebetulan, karena kebetulan itu sebuah kata hampa,
sebab tiada yang ada tanpa sesuatu sebab.
Barangkali itu nama samaran Dewa, ketika tak mau membubuhkan
tandatangannya.

Mengucap….. mengucaplah seniman
karena menjadi kejayaan dan keunggulan Seni
menjadi satu-satunya jalan yang mungkin,
untuk menyatakan kebenaran.

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 14, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: