Cakrawala Terbuka

Oleh: Suprijadi Tomodihardjo

Kenangkanlah
yang terbakar sampai merah
bergelimang di awang-awang
jadi jutaan bintang

Jangan mengaduh
Ada saatnya memang
kita perlu berteduh
minum barang seteguk
dari sendang bening dan sejuk
karena ia menjamu manusia
begitu rela
begitu terbuka

Pun jangan resah
Gemuruh di langit itu
hanya angin lalu
membuka cakrawala
bagi yang setia
dengan luka di dada
menanggung beban jaman
penuh pengorbanan

Kenangkanlah
yang terbakar sampai merah
menyalakan langit
Jiwa Baru kan bangkit

~ oleh Anti Capitalism pada Februari 14, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: