Diktator Jenderal Besar (purn.) Meninggal Dunia

January 27, 2008 | Author: International Commission on Soeharto Inc. Buster

Pukul 13.10 WIB hari Minggu, 27 Januari 2008, sang diktator Jenderal Besar (purn) Soeharto tutup usia. Soeharto mati, tetapi hukum tetap berlaku untuk semua kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukannya selama 32 tahun, dan kejahatan korupsi sekitar 15-35 miliar dolar AS. Prioritas Jenderal (purn) Susilo Bambang Yudhoyono bukanlah membuat perkabungan nasional dan pengibaran bendera setengah siang selama seminggu tetapi membuat rencana persidangan keluarga Soeharto: Sigit, Tutut, Bambang, Tommy, Titik, dan Mamiek untuk kasus korupsi dengan perlindungan ayahnya, Soeharto. Serta rencana persidangan kejahatan hak asasi manusia sepanjang soeharto berkuasa seperti : Pembunuhan massal 1965, Daerah Operasi Militer Aceh, Genosida Timor-Timur Pembunuhan Mahasiswa Trisakti, dan lainnya.
Romo Bhaskoro dari Yogyakarta yang sangat aktif membongkar kejahatan Soeharto dan Orde Baru pada periode 1965 mengirimkan pesan, “Tolak pemasangan bendera setengah tiang, tolak penayangan televisi tentang diktator Soeharto secara beelebihan dan menyesatkan.” Diktator Soeharto bukan pahlawan, Soeharto adalh penjahat kemanusiaan dan koruptor terbesar di dunia.

~ oleh Anti Capitalism pada Januari 27, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: