PHK Tanpa Pesangon, Ratusan Buruh Garmen 2005

Selasa, 04 Oktober 2005 | 17:37 WIB TEMPO Interaktif, Tangerang:Ratusan buruh garmen PT Sarana Kidahi Utama (SKU) di Kota Tangerang berunjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (Disnakerduk) Kota Tangerang, Selasa (4/10).

Dalam aksi yang dilakukan sejak Senin (3/10) itu, mereka menuntut Disnakerduk memperantarai kasus PHK sepihak tanpa pesangon oleh perusahaan yang beralamat di Jalan Prabu Kian Santang 75, Jatiuwung, Kota Tangerang itu.

Para buruh memprotes penutupan perusahaan tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Buruh yang jumlahnya 300 orang di-PHK massal. Pabrik dinyatakan tutup pada 1 Oktober. Sehari sebelumnya para buruh masih menerima upah bulanan.

Para buruh membentangkan spanduk yang isinya minta dipekerjakan kembali. “Kalau pabrik tutup karena BBM naik, mestinya transparan dong,” teriak Yudi, buruh bagian produksi.

“Karyawan bertanya-tanya, jika perusahaan tutup kenapa tidak ada pemberitahuan, tapi langsung tutup begitu saja usai memberikan gaji. Kalau pun PHK tentu saja perusahaan harus memberikan uang pesangon selama mereka bekerja, kenyataanya malah tidak jelas,” ujar Sohoendo, kuasa hukum para buruh dari LBH Yayasan Urusan Sosial Ekonomi Tenaga Kerja (Yustek).

Kepala Disnakerduk, Adang Turwana, belum bisa menjelaskan perihal aksi PHK sepihak itu. Staf di kantornya mengatakan Adang sedang mengikuti pendidikan.

~ oleh Anti Capitalism pada Januari 23, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: