Di-PHK Sepihak Buruh PT EJ 2006

CIMAHI, (PR).-
Buruh PT. Enggal Jelita (EJ), Senin (2/1) mendatangi DPRD Kota Cimahi untuk meminta bantuan penyelesaian kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sepihak yang dilakukan manajemen perusahaan.
PULUHAN buruh PT. Enggal Jelita mendatangai DPRD Cimahi meminta anggota dewan membantu menyelesaikan kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sepihak yang dilakukan oleh manajemen perusahaan, Senin (2/1).*RIRIN NUR FEBRIANI/”PR”Lima orang perwakilan buruh diterima Komisi D DPRD Cimahi, diantaranya Achmad Gunawan (ketua), Aceng Jauhari (wakil ketua), Dedeng Riswandi (sekretaris), dan Asep Taryana (anggota). Pertemuan itu juga dihadiri Wakil ketua DPRD Kota Cimahi, Djumena Warga Sutisna.

Salah satu wakil buruh, M. Ahsan menjelaskan, PT EJ dinyatakan bangkrut oleh pemiliknya sejak 14 November 2005. “Jika dinyatakan bangkrut oleh pengadilan maka keputusan itu harus disosialisasikan ke karyawan, mau diPHK atau tidak,” katanya.

Namun, manajemen PT EJ langsung melakukan PHK kepada semua pekerja yang berjumlah sekira 170 orang, tanpa melaporkan ke Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P).

Meskipun para buruh sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, pihak perusahaan tidak menanggapi secara serius. Pertemuan tersebut selalu mengalami kebuntuan (deadlock). “Manajemen malah menantang untuk menyelesaikan persoalan ini di pengadilan saja,” kata Ahsan.

Ditolak

Pada pertemuan terakhir, Direksi PT EJ mengajukan penawaran uang PHK Rp 500.000,00/ tahun dikalikan masa kerja. Namun, para buruh menolak penawaran tersebut karena sesuai UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, mereka meminta uang pesangon sebesar 2 kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK) ditambah uang penghargaan yang besarannya berbeda-beda sesuai masa kerja.

“Kami tidak memeras perusahaan, hanya meminta hak normatif kami dipenuhi,” kata Ahsan.

Setelah pertemuan berakhir pukul 12.00 WIB, Komisi D DPRD Cimahi mengadakan inspeksi mendadak ke perusahaan yang beralamat di Jln Industri IV no. 8, Cibaligo, Cimahi. Tidak terlihat aktivitas produksi di sana, hanya penjaga pabrik serta petugas resepsionis yang berada di tempat.

Di salah satu dinding di pos penjaga tertempel surat No. 036/EJ/PERS/XI/2005 berisi pemberitahuan, “Kondisi perusahaan memburuk dan pimpinan perusahaan menyatakan , sejak 14 November 2005 perusahaan tersebut ditutup.”

Saat dihubungi lewat telefon oleh Achmad Gunawan, direktur PT EJ, Benny Handli mengatakan sedang berada di Jakarta. “Proses PHK sudah berjalan 85%, tidak ada masalah,” kata Benny sebagaimana dikutip Achmad.

Komisi D DPRD Cimahi akan mengundang direksi PT EJ dan Dinas Ketenagakerjaan Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi untuk bertemu Jumat (6/1). (A-158)***

~ oleh Anti Capitalism pada Januari 23, 2008.

 
%d blogger menyukai ini: