Pandji Merah
Achir Maret 1956
Oleh: DERADJAT LUBIS
Didingin embun menjusup tulang
diangin pagi membeku darah
Mereka kawanku dipaksa hidup delapan kerat tulang dibanding hewan …………
Tangis anak meminta djadjan
dibudjuk saju ibu meringkuk
dan bapak hanja menanti bungkuk Mereka madjikan………….. lelap kekenjangan
Itu lagi manusia-manusia djahanam!
jang muntjul bagai pentjuri tengah malam membunuh, membakar, mengentjam Gelak maut djutawan2 nederlan………….
Tapi……….. buruh kebun menjatukan langkah
mematah rintangan menantang gagah
haram ampunan untuk pemalsu sedjarah
tidak gentar kepada parasit penghisap darah
Besok mengibarkan pandji memerah………..
Lampahan Est (Atjeh Tengah) achir Djuni 1955
